Panca Indra Pada Manusia
Panca indra adalah salah satu
anugerah manusiawi yang menyatu dalam fungsi manusia yang utuh. Panca indera
pada dasarnya bekerja sebagai pengumpul informasis, data dan fakta guna
mengetahui apa yang sedang terjadi. Untuk mengoptimalkan fungsi panca
indera, sensifitas dan ketajaman indera dan perlu terus ditingkatkan, dengan
dukungan pengetahuan, hasrat dan latihan anda akan sangat mudah mengoptimalkan
fungsi panca indera agar sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu firman Allah adalah “Pergunakanlah fungsi
panca indera ini sesuai dengan kebutuhan dan manfaat anda, dengan tidak
melanggar prinsip-prinsip dan nilai-nilai”. (QS. Al-A’raf: 179)
Subnallah, sekali anugrah Allah kita dapatkan berupa
panca indra, karena dengan mata kita dapat melihat lukisan nyata-Nya
yaitu alam semesta serta isinya, dengan telinga kita dapat mendengar lantunan -
lantuna surat cinta suci-Nya, dan lain sebagainya, bersyukurlah kita yang masih
mempunyai panca indra yang lengkap tanpa gangguan. Mari kita belajar tentan
panca indra dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat, kawan pembaca.
Hadits dorongan memanfaatkan panca indera semaksimal
mungkin
عَنْ عَبْدِ اللهِ
قَالَ: وَكَانَ النَّبِيَّ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا
كَلِمَاتٍ وَلَمْ يَكُنْ يُعَلِّمُنَا هُنَّ كَمَا يُعَلِّمُنَا التّشَهُّرَ:
اَللهُمَّ اَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَ وَاَصْلِحْ ذَاتِ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا
سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنْ الظُّلُمَاتِ اِلَى النُّوْرِ وَجِنَّبْنَا
الْفَوَاحِشَ مَاظَهرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْ اَسْمَأعِنَا
وَاَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَاَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا
اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاَجْعَلْنَا شاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ
مُثْنِيْنَ بِهَا قَابِلِيْهَا وَتِمَّمَا عَلَيْنَا
(رواه ابو داود فى السنن, كتاب الصلاة, باب التشهد)[1]
Artinya :
"Dari Abdullah
dia berkata: “Nabi biasa mengajarkan kami beberapa kalimat dan beliau tidak
mengajarkannya kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan tasyahud yaitu “Ya
Allah, rukunkanlah hati kami, damaikanlah diantara kami, tunjukilah kami kepada
jalan kesejahteraan, selamatkanlah kami dari kegelapan menuju kebenaran,
jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan keji yang terlihat dan yang tidak
nampak, limpahkanlah berkah kepada kami pada pendengaran, penglihatan, hati,
istri dan cucu kami. Terimalah taubat kami. Sesungguhnya engkaulah Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang dan jadikanlah kami orang-orang yang
bersyukur terhadap nikmatmu, berterima kasih lagi menerimanya dan
sempurnakanlah nikmat atas kami."[2]
1. INDERA
PENGLIHAT (MATA)
Mata mempunyai reseptor khusus untuk
mengenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah
hanya bola mata, tetapi termasuk otot-otot penggerak bola mata, kotak mata
(rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata.
1. Bola Mata
Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi
rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai
berikut.

Gbr.
Struktur bola mata dilihat dari samping
a. Sklera
Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih
buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan,
disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang
melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata
dari gangguan.
b. Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang
berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk
retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan
sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke
depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk
pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma,
yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris
membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan relaksasi
dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
c. Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina
berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf
optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik
tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.
Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan
rongga bola mata terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi
carian yang disebut aqueous humor dan bagian belakang terletak
di belakang lensa berisi vitreous humor. Kedua cairan tersebut
berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk yang benar.
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola
mata dari kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam
kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi.
Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva
disebut konjungtivitis.
Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan
cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang
terdapat di bawah alis.
Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik
dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah
masuknya mikroorganisme ke dalam mata.
2. Otot Mata
Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera.
1. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus
internal).
2. Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan,
ke kiri, ke atas, dan ke bawah.
3. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot
obliq bawah (inferior).
3. Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan
lima kali yaitu
waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor,
lensa, dan vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata
normal, bayang-bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang
paling peka terhadap sinar.
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel
konus)dan sel batang (sel basilus). Sel konus berisi
pigmen lembayung dan sel batang berisi pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan
terurai bila terkena sinar, terutama pigmen ungu yang terdapat pada sel batang.
Oleh karena itu, pigmen pada sel basilus berfungsi untuk situasi kurang terang,
sedangkan pigmen dari sel konus berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk
membedakan warna, makin ke tengah maka jumlah sel batang makin berkurang
sehingga di daerah bintik kuning hanya ada sel konus saja.
Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu
suatu senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar
matahari, maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A.
Pembentukan kembali pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan
kembali memerlukan waktu yang disebut adaptasi gelap(disebut juga
adaptasi rodopsin). Pada waktu adaptasi, mata sulit untuk melihat.
Pigmen
lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang
merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu
sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel
konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel
konus akan menyebabkan buta warna.
Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas
disebut titik dekat (punctum proximum). Jarak terjauh saat
benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik jauh (punctum remotum). Jika
kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang masuk ke mata tampak seperti
kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari obyek, maka sudut kerucut cahaya
yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak paralel. Lihat Gambar 11.18. Baik
sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan (dibiaskan)
untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat jelas.
Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut pemfokusan.
|
Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea.
Cahaya dari obyek yang dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk
pemfokusan dibandingkan obyek yang jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat
pembiasan dengan cara mengubah bentuk lensa. Cahaya dari obyek yang jauh
difokuskan oleh lensa tipis panjang, sedangkan cahaya dari obyek yang dekat
difokuskan dengan lensa yang tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini
akibat kerja otot siliari. Saat melihat dekat, otot siliari berkontraksi
sehingga memendekkan apertura yang mengelilingi lensa. Sebagai akibatnya
lensa menebal dan pendek. Saat melihat jauh, otot siliari relaksasi sehingga
apertura yang mengelilingi lensa membesar dan tegangan ligamen suspensor
bertambah. Sebagai akibatnya ligamen suspensor mendorong lensa sehingga lensa
memanjang dan pipih.Proses pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda-berda
disebut daya akomodasi.
|
a. Akomodasi
mata saat
melihat jauh b. Akomodasi mata saat melihat dekat |
4.
Proses Melihat
Prinsip kerja proses melihat :
1. Cahaya dari objek direfleksikan ke segala arah
2. Jumlah cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil
3, Cahaya difokuskan oleh lensa
4. Bayangan dideteksi oleh retina
5 Kelainan pada Mata
a. Presbiopi ( mata tua)
Pada anak-anak, titik
dekat mata bisa sangat pendek, kira-kira 9 cm untuk anak umur 11 tahun.
Makin tua, jarak
titik dekat makin panjang. Sekitar umur 40 tahun – 50 tahun terjadi perubahan
yang menyolok,
yaitu titik dekat mata sampai 50 cm, oleh karena itu memerlukan pertolongan
kaca
mata untuk membaca berupa kaca mata cembung (positif). Cacat mata seperti ini
disebut presbiopi atau mata tua karena proses penuaan. Hal ini disebabkan
karena elastisitas lensa berkurang.
Penderita presbiopi dapat dibantu dengan lensa rangkap.
b. Hipermetropi (Rabun jauh)
Mata jauh dapat terjadi pada
anak-anak; disebabkan bola mata terlalu pendek sehingga bayang- jatuh di belakang
retina, sehingga mata mampu untuk melihat benda yang jauh dengan jelas. Kalinan mata ini dapat diatasi
dengan menggunakan kacamata berlensa plus (lensa cekung).
c. Miopi atau mata dekat
adalah cacat mata yang disebabkan oleh bola mata
terlalu panjang sehingga bayang-bayang dari benda yang jaraknya jauh akan jatuh
di depan retina. Pada mata dekat ini orang tidak dapat melihat benda yang jauh,
mereka hanya dapat melihat benda yang jaraknya dekat. Untuk cacat seperti ini
orang dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif). Miopi biasa terjadi pada
anak-anak.
d. Astigmatisma
merupakan kelainan yang disebabkan bola mata atau permukaan lensa
mata mempunyai kelengkungan yang tidak sama, sehingga fokusnya tidak sama,
akibatnya bayang- bayang jatuh tidak pada tempat yang sama. Untuk menolong orang
yang cacat seperti ini dibuat lensa silindris, yaitu yang mempunyai beberapa
fokus.
e. Katarak
yaitu buramnya dan berkurang elastisitasnya
lensa mata. Hal ini terjadi karena adanya pengapuran pada lensa. Pada orang
yang terkena katarak pandangan menjadi kabur dan daya akomodasi berkurang.
Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:
a. Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun
b. Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik
c. Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak.
INDERA PENDENGAR (TELINGA)
Kelainan-kelainan mata yang lain adalah:
a. Imeralopi (rabun senja): pada senja hari penderita menjadi rabun
b. Xeroftalxni: kornea menjadi keying dan bersisik
c. Keratomealasi: kornea menjadi putih dan rusak.
INDERA PENDENGAR (TELINGA)
Gb.bagian - bagian telinga
Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali
getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga
manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
1. Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
a. Telinga luarTelinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.
b. Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.
Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas.
Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.
1. Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
a. Telinga luarTelinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.
b. Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Hubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui jendela oval dan jendela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan.
Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan jendela oval. Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan (inkus). Kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. Tulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Antara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas.
Fungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk mengirimkan getaran suara dari
gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela
oval.
c. Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran.
Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut:
1. Tiga saluran setengah lingkaran
2. Ampula
3. Utrikulus
4. Sakulus
5. Koklea atau rumah siput
c. Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran.
Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut:
1. Tiga saluran setengah lingkaran
2. Ampula
3. Utrikulus
4. Sakulus
5. Koklea atau rumah siput
Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang.
Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari tiga saluran yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.
Fungsi Bagian - bagian Telinga
|
No
|
Bagian Telinga
|
Fungsi
|
|
1.
|
Daun
Telinga
|
Mengumpulkan dan menyalurkan gelombang bunyi
|
|
2.
|
Saluran Telinga
|
Mengonsentrasikan gelombang suara
|
|
3.
|
Rambut
|
Menahan dan menjerat kotoran
|
|
4.
|
Kelenjar Minyak
|
Meminyaki dan menahan kotoran
|
|
5.
|
Membran Timpani
|
Menangkap getaran bunyi dan menyalurkannya ke
tulang-tulang pendengaran
|
|
6.
|
Tulang Pendengaran
|
Menghubungkan telinga luar dan telinga dalam
|
|
7.
|
Rumah siput (koklea)
|
Meneruskan rangsangan getaran bunyi
|
|
8.
|
Organ korti
|
Meneruskan getaran bunyi ke saraf auditori
|
|
9.
|
Tiga saluran setengah lingkaran
|
Alat keseimbangan tubuh
|
·
·
Mekanisme kerja indra pendengaran sebagai berikut:
Getaran
Suara ® Daun Telinga ® Saluran Telinga ®Membran Timpani ® Maleus ® Inkus ® Stapes ® Koklea® Organ Korti ® Sel Saraf Auditori ® Otak
Cara kerja indra pendengaran
- Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga.
- Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval.
- Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum.
- Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.
- Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani.
- Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar.
- Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah.
- Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, terjadilah rangsangan (impuls).
- Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran.
2. Susunan dan Cara Kerja Alat Keseimbangan
Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus.
Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Alat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.
Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.
INDERA PERABA (KULIT )

Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.
1. Susunan Kulit struktur-kulit
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.
Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.
Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
2. Fungsi Kulit
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.
Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
4. Lidah (Indera
Pengecap)
Gb.reseptor lidah
a. Bagian-bagian lidahLidah terletak di dalam mulut. Permukaan lidah kasar, karena penuh bintil-bintil. Bintil-bintil lidah itu disebut papila. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Lebih merupakan otot yang tebal. Pada pangkal lidah terdapat kelenjar limfa. Permukaan lidah berlapiskan selaput yang berlendir.
b. Cara kerja lidah
Makanan dan minuman yang masuk kedalam mulut memberikan rangsangan ke ujung-ujung saraf pengecap. Rangsangan dari makanan tersebut kemudian direruskan ke otak. Dengan demikian kita dapat mengecap (merasakan) makanan atau minuman itu.
Selain sebagai indera pengecap, lidah juga berfungsi sebagai sebagai alat bicara dan pengatur letak makanan. Perpaduan gerakan lidah, bibir, langit-langit mulut, dan gigi menghasilkan berbagai macam bunyi. Ucapkanlah huruf C, L, R, S, T dan Z! Bagaimana keadaan lidah pada saat huruf-huruf itu diucapkan?
Lidah mengatur letak makanan pada saat sedang dikunyah. Setelah itu lidah akan mendorong makanan masuk ke kerongkongan.
c. Kepekaan lidah terhadap rangsangan
Kepekaan lidah para ahli masak atau koki handal sungguh luar biasa. Mereka mengetahui kekurangan rasa makanan, mereka segera menambahkan bahan yang dibutuhkan. Misalnya, jika rasa makanan kurang asin, maka harus di tambahkan garam pada masakan.
d. Merawat kesehatan lidah Penyakit yang biasanya menyerang lidah adalah sariawan. Sariawan mengakibatkan lidah memerah dan tampak terluka. Penyakit ini cukup menggangu karena menimbulkan rasa sakit pada saat kita menggerakkan lidah untuk mengunyah dan berbicara. Akibatnya, kita tidak dapat menikmati makanan dan sulit berbicara dengan jelas. Penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan dengan mengkonsumsi vitamin C.
Lidah harus dirawat dengan benar agar dapat berfungsi dengan baik. Bagaimana caranya?
1.
Hindarilah memakan makanan yang terlalu
panas atau terlalu dingin. Makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat
merusak papilla. Jika papilla rusak, lidah tidak dapat merasakan lezatnya
makanan dengan baik.
2.
Gunakakn sikat gigi yang bersih dan
lembut. Sikat gigi yang kasar dan kotor dapat melukai lidah dan gusi. Luka ini
dapat menimbulkan sariawan yang parah jika saat tubuh kita juga kekurangan
vitamin C)
Hidung (Indera
Pembau)

Gb.Bagian - bagian Hidung
a. Bagian-bagian hidung
Hidung berfungsi sebagai indera pembau dan sebagai jalan pernapasan. Bagian hidung sangat sensitif terhadap bau terdapat pada bagian atas (didalam) ringga hidung. Hidung juga merupakan pintu masuk udara pernapasan ke dalam tubuh. Di dalam pintu masuk ronngga hidung (bagian depan) terdapat rambut halus dan selapus lender yang berguna untuk menyaring udara yang kita hirup.
b. Cara kerja hidung
Bau dapat tercium jika bau tersebut sampai dirongga hidung. Bau menimbulkan rangsangan yang kemudian diterima oleh ujung-ujung saraf pembau yang terdapat di hidung. Rangsangan bau tersebut diteruskan ke otak. Dengan demikian, kita dapat mencium bau.
Otak dapat membedakan berbagai macam bau. Secara umum, ada lima macam bau yang dapat diterima oleh daya penciuman manusia.
Hidung berfungsi sebagai indera pembau dan sebagai jalan pernapasan. Bagian hidung sangat sensitif terhadap bau terdapat pada bagian atas (didalam) ringga hidung. Hidung juga merupakan pintu masuk udara pernapasan ke dalam tubuh. Di dalam pintu masuk ronngga hidung (bagian depan) terdapat rambut halus dan selapus lender yang berguna untuk menyaring udara yang kita hirup.
b. Cara kerja hidung
Bau dapat tercium jika bau tersebut sampai dirongga hidung. Bau menimbulkan rangsangan yang kemudian diterima oleh ujung-ujung saraf pembau yang terdapat di hidung. Rangsangan bau tersebut diteruskan ke otak. Dengan demikian, kita dapat mencium bau.
Otak dapat membedakan berbagai macam bau. Secara umum, ada lima macam bau yang dapat diterima oleh daya penciuman manusia.
1.
Bau harum, misalnya bunga melati dan
bunga mawar.
2.
Bau agak asam, misalanya jeruk dan
mangga.
3.
Bau agak tajam, misalnya kopi dan
tembakau
4.
Bau busuk, misalanya sampah dan telur
busuk.
5.
Bau sumpek atau membius, misalnya
alcohol dan kamper.
c. Kepekaan hidung
terhadap rangsangan
Dengan mecium bau, anda dapat mengetahui jenis suatu zat (bahan). Namun demikian, kita kadang mempunyai kemampuan berbeda untuk membedakan bau. Hidung yang tersumbat dapat mengurangi ketajaman penciuman.
Kepekaan hidung yang amat baik merupakan anugerah yang amat berharga. Anugerah itu dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan khusus. Ya, memang ada profesi atau pekerjaan yang mengandalkan kepekaan atau ketajaman penciuman. Contohnya adalah pekerjaan membuat wewangian di industri parfum. Orang tersebut mampu membedakan wewangian dengan sangat baik. Tentu saja penghargaan terhadap profesi ini menjadi sangat baik.
d. Merwat kesehatan hidung
Ketidakmampuan indera pembau untuk mencium bau dinamakan anosmia. Anosmia diakibatkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
Dengan mecium bau, anda dapat mengetahui jenis suatu zat (bahan). Namun demikian, kita kadang mempunyai kemampuan berbeda untuk membedakan bau. Hidung yang tersumbat dapat mengurangi ketajaman penciuman.
Kepekaan hidung yang amat baik merupakan anugerah yang amat berharga. Anugerah itu dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan khusus. Ya, memang ada profesi atau pekerjaan yang mengandalkan kepekaan atau ketajaman penciuman. Contohnya adalah pekerjaan membuat wewangian di industri parfum. Orang tersebut mampu membedakan wewangian dengan sangat baik. Tentu saja penghargaan terhadap profesi ini menjadi sangat baik.
d. Merwat kesehatan hidung
Ketidakmampuan indera pembau untuk mencium bau dinamakan anosmia. Anosmia diakibatkan oleh beberapa hal sebagai berikut :
1. Terjadinya penyumbatan rongga hidung,
misalnya akibat pilek dan pembengkakan kelenjar polip. Pada saat menderita
pilek, kemampuan hidung untuk mencium menjadi sangat menurun. Akan tetapi,
setelah sembuh dari pilek, kita kembali dapat mencium bebauan dengan baik.
2.
Gangguan pada urat saraf indera pambau
Referensi
http://ghufron-dimyati.blogspot.com/2012/03/kelas-d-4-oktavi-karunia-hadits.html
simetriradial.blogspot.com
hadijah-arsyad.blogspot.com


No comments:
Post a Comment